M4ns’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Mengatasi Rasa Kurang Percaya Diri.

MALU dan rasa malu adalah salah satu kondisi dasar antropologis manusia. Dan kondisi itu melekat erat. Bahkan sangat erat sehingga tak jarang orang tak bisa dengan mudah melepaskannya. Butuh lebih dari sekadar kemauan untuk mengatasinya.Apalagi itu akan berdampak pada kepercayaan diri generasi muda yang di nilai pada era kali ini generasi muda sangatlah minim kontribusi nya,dan diharapkan tips ini dapat memberikan solusi bagi generasi muda indonesia khusus nya mahasiswa.Merdeka

Bersikap fleksibel

Salah satu cara mengatasi rasa malu adalah bersikap fleksibel. Bersikap fleksibel berarti Anda harus bisa keluar dari rutinitas atau semacam keharusan bertindak. Yang Anda butuhkan adalah sebuah keberanian. Keberanian untuk bertindak lain. Dan Anda bisa mencobanya dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Jika Anda, misalnya, diminta harus menjawab segera setelah ditanya, Anda bisa berbuat lain. Anda bisa memulainya dengan joke atau sapaan akrab. Semacam ada “pendahuluan” singkat sebelum berbicara. “Hmmm… giliran saya, ya?” Fleksibilitas bisa membantu Anda mengatasi ketegangan yang muncul dari dalam diri Anda.

Siapkan diri

Ini salah satu cara terbaik mendepak rasa malu. Jika Anda tak ingin malu di depan banyak orang, siapkan diri. Jika Anda ingin bertemu dengan orang lain, siapkan diri baik-baik. Perhatikan penampilan Anda dan pikirkan apa yang akan Anda lakukan. Jika Anda harus berbicara di depan orang, siapkan diri sebelumnya. Pahami apa yang akan Anda katakan dan buat analisis singkat. Ingat, “A good conversationalist is always prepared with topics of conversation.”

Keluar dari diri

Mengapa orang mudah malu? Karena orang terbenam dalam pandangannya tentang dirinya sendiri. Pandangan tentang diri yang selalu “kurang” di depan orang lain. Pandangan tentang diri yang selalu “tak bisa apa-apa” di depan orang lain. Apakah Anda berpikir bahwa orang lain selalu “lebih” daripada Anda? Ingat baik-baik, tak semua orang seperti itu. Selalu ada incommensurability. Sebuah ketakterukuran. Artinya, tak semua orang bisa diukur dengan ukuran yang sama. Masing-masing orang punya partikularitas (kekhasan) masing-masing. Benar bahwa Anda tak hebat berbahasa Inggris. Tapi apakah orang yang hebat berbahasa Inggris itu bisa bernyanyi dengan baik seperti Anda? Belum tentu. Itulah hebatnya Anda.

Sadarlah

Punya impian atau khayalan tak apa-apa. Bahkan kadang-kadang orang perlu berkhayal supaya semangat dan energinya terangsang. Mengapa? Karena gambaran mental tentang sesuatu bisa mempengaruhi sikap dan tindakan orang. Semacam “antisipasi” untuk menghadapi sesuatu. Tapi terbenam dalam khayalan tak wajar. Hei, this is the real world. Face it! Keluarlah dari khayalan dan hadapi reralitas.

Nikmati waktu

Ketergesaan biasanya mudah sekali memperburuk situasi. Keadaan yang seharusnya tenang dan nyaman bisa hancur hanya karena ketergesaan. Dan efeknya bisa sangat jelas. Orang salah tingkah, malu dan tak tahu harus berbuat apa. Salah satu trik sederhana bagaimana supaya Anda tidak malu adalah menikmati waktu. Sederhana bagaimana supaya Anda tidak malu adalah menikmati waktu. Sederhananya, pelan-pelan saja. Jangan terburu-buru. Jika Anda terburu-buru dan jatuh, bukanlah Anda akan malu? Jika Anda terburu-buru berbicara dan ternyata salah, bukankah Anda akan malu?

Fokus

Cara yang paling mudah adalah fokus. Fokus berarti kesadaran Anda penuh pada sesuatu. Jika Anda tak ingin malu karena salah menjawab pertanyaan orang, fokuslah pada pertanyannya. Pada apa yang orang katakan. Jik Anda tak mau malu karena penampilan Anda “kurang”, fokuslah pada penampilan Anda ketika Anda sedang mempersiapkan diri. Kancing baju Anda pas? Resleting celana Anda tertutup?

Praktik

Ada sebuah adagium Latin yang indah yang bisa Anda jadikan pegangan. Guta cavat lapidem non vi sed saepe cadendo. Titik air melubangi batu bukan karena kekuatannya, tetapi karena sering jatuh. Tekanannya adalah “sering”. Dan ini soal frekuensi dan intensitas. Bagaimana mungkin Anda bisa hebat berbicara di depan banyak orang, tak malu menghadapi orang, kalau Anda tak sering berlatih berbicara dan menghadapi orang? Caranya hanya satu. Sering berlatih. Sering dan sering. Hanya itu kuncinya. Kalau sudah demikian, Anda sudah “membunuh” rasa malu Anda.

Januari 27, 2009 Ditulis oleh m4ns | Uncategorized | | & Komentar

Kemerdekaan Pola Pikir.

Dalam format ini saya akan memberikan penerangan dimana pola pikir kita dalam berorganisasi/dalam mencapai tarapan hidup yang lebih baik,dengan pola pikir yang mengacu pada pengembangan diri kita yang didasari oleh format soft skill,sebagai penunjang dalam memperoleh kajian dalam kehidupan.

Dan seharus nya yang memiliki pola pikir seperti ini adalah para generasi muda yang dipelopori oleh mahasiswa dimana peran mahasiswa haruslah menjadi yang terdepan dalam membentuk generasi muda indonesia.

Mahasiswa adalah personality yang diharapkan bisa dengan baik memberikan pengaruh besar dalam membentuk kredibilitas bangsa kita,dimana bangsa kita diharapkan bisa menuju lebih baik dari sebelum nya.

Berikut ini saya lampirkan beberapa strategi pola pikir yang mungkin bisa bermanfaat bagi para generasi muda dimana inisiasi ini di ambil dalam sebuah buku ternama dunia,dan semoga dengan adanya pola pikir ini bisa membuat kita MERDEKA,karena saya rasakan pola pikir mahasiswa sekarang masihlah banyak ketakutan untuk berekspresi,maka dari itu kita yang harus bisa memerdekakan nya…HIDUP MAHASISWA,MERDEKA

“Levels of measurement and possible comparisons educatian measured on nominal,ordinal,and interval-ratio levels.”

· Nominal measurement

Ø Graduated from public high school

Ø Graduated from private high school

Ø Graduated from military academy

· Ordinal measurement

Ø Holds a high school diploma

Ø Holds a college diploma

Ø Holds a Ph.D

· Interval ratio measurement

Ø Has 8 years of education

Ø Has 12 years of education

Ø Has 16 years of education.

Itulah beberapa analisis data yang perlu kita ingat dimana kita telah kita ketahui bahwa program pendidikan ada beberapa format,dimana itu harus menjadi landasan kita untuk bisa mengembangkan diri kita untuk itu.

Kita ketahui bahwa jejang pendidikan di negara kita ataupun dunia sekalipun hampirlah sama yang terpenting dengan data diatas sekarang kita ada di posisi yang mana?dan apakah kita harus disama ratakan /kita haruslah mencapai tahapan yang harus kita lakukan.???

Jawaban nya hanya ada di tangan para generasi muda kita???

Kita yang bisa menentukan arahan dan jalan perkembangan kehidupan masa yang akan datang…MERDEKA.

Januari 27, 2009 Ditulis oleh m4ns | Uncategorized | | No Comments Yet